Open Innovation and Open Business Model

Nah lho! ada yang tau ga itu apa? Apaan tuh Open Innvation? Open business model tuh yang gimana? Apa bedanya ama bisnis yang biasanya? etc. etc. etc.

Itulah yang terlintas di otak saya waktu mendengar tema tugas kali ini…… Walau pun Pak Apiq kemarin sudah menjelaskan cukup jelas di depan kelas, akan tetapi saya masih belum mengerti karena saya duduk di belakang kelas (maaf ya pak 🙂 ).

Dari pada bingung-bingung sendiri mencari slide kemarin yang entah siapa yang punya, saya coba cari ja deh di google. Ternyata hasilnya banyak sekali dan penerapannya pun banyak. Sayangnya saya belum menemukan sumber yang berbahasa Indonesia. Semoga intepretasi saya bener deh…

Kita mulai dari Open Innovation dulu deh……..

Dari selintas pandang yang saya baca di Wikipedia, Open Innovation itu pemanfaatan dari gabungan antara ide-ide yang datang dari internal suatu organisasi dan ide-ide dari luar sehingga menghasilkan result yang lebih optimal dan cepat.

Kalau kata Henry Chesbrough di bukunya, ” Open Innovation; The New Imperative for Creating and Profiting from Technology” .

Kalau jaman dulu, perusahaan cenderung menerapkan sistem Closed Innovation dengan membangun tim research and development mereka sendiri. Mereka mengontrol dan melakukan prosses inovasi di dalam perusahaan dan kurang melibatkan pihak lain di luar perusahaan. Kalau diilustrasikan jadinya seperti gambar di bawah ini:

Closed Innovation Ilustration


Semua pasti tau P&G kan, dari slide yang saya baca, P&G pada awalnya adalah perusahaan yang sangat menerapkan sisitem closed innovation. Seiring dengan berjalannya waktu, karena kurangnya innovasi pada produk baru, harga saham P&G merosot turun hingga batas yang mengkhawatirkan.  Setela menyadari penyebab turunnya harga saham tersebut (karena kurangnya innovasi), mereka mengubah system mereka menjadi open innovation. Mereka menyerap ide-ide yang datang dari luar P&G dan mengembangkannya secara bersama-sama sehingga mempercepat proses inovasi tersebut. Perubahan sisitem ini berhasil memebuat harga saham P&G kembali seperti semula bahkan lebih baik lagi.

Di zaman sekarang dimana informasi bisa dengan mudahnya didapatkan dan banyak ide-ide baru bermunculan, system open innovation akan sangat cocok untuk digunakan. Menurut beberapa sumber, ada beberapa hal yang menyebabkan pergeseran tren dari closed innovation menjadi open innovation;

  • Bertambahnya trained workers yang dapat bekerja berpindah-pindah
  • Bertambahnya universitas yang melakukan riset-riset yang applicable
  • Mulai berkurangnya pengaruh US di seluruh dunia
  • Tumbuh pesatnya venture capital
  • Berkurangnya pasar oligopoly

Melalui Open Innovation, kita tidak hanya concern pada market yang kita miliki. Dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain, kita bisa mendapatan market baru bahkan menjelajahi market dari perusahaan  lain. Bentuk kerjasama tersebut dapat berupa Licensing, Spin Out, Divest, etc. Jika diilustrasikan akan seperti gambar dibawah ini:

Nah itu dia tadi tentang Open Innovation, sekarang mari kita pindah ke Open Business Innovation……….. JENG JENG JENG……

*nyari dan baca baca bahan dulu….. LOADING…………………….

Menurut slide yang saya dapat dari kuliahnya Pak Apiq, Open Business Innovation itu adalah suatu cara bagaimana memanfaatkan kelemahan menjadi sesuatu yang bisa mendatangkan keuntungan bagi diri kita.

Masih bingung kan…… ini nih contohnya;

Ryan Air adalah perusahaan low-fare airlines yang beroperasi di daerah Ingris dan eropa utara. Jika kita lihat Business Model pada perusahaan penerbangan pada umumnya, kita akan melihat banyak sekali cost yang harus dikeluarkan jika ingin mendarat di suatu bandara. Sedangkan pemasukan yang didapat hanya berasal dari Penumpang. Nah, Ryan Airline ini berhasil membalik hal tersebut dan membuat bandara membayar pada mereka. Gimana caranya?!

Ryan Air hanya singgah di regional airport di kota-kota kecil dan tidak membayar landing fees karena mereka dianggap membawa wisatawan ke kota tersebut. Dengan memastikan bahwa mereka memiliki penumpang yang memang bertujuan untuk mengunjungi kota tersebut, bandara yang bersangkutan akan membayar sejumlah fee kepada Ryan Air. Selain itu Ryan Air juga mendapat fee dari transaksi yang ada seperti toko, restaurant, penyewaan mobil, dan hotel.

Dari gambar diatas kita bisa melihat bagaimana Ryan Air dapat membalik sebuah bisnis model dan membuat mereka mendapatkan revenue dari pihak-pihak yang seharusnya merupakan cost bagi mereka.

Dengan ide-ide baru seperti itu, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan dan mendatangkan profit bagi kita juga :D. Open Business Innovation ini merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengembangkan Open Innovation. Dengan semakin banyaknya penerapan Open Innovation, kesempatan untuk mengebangkan ide-ide tersebut pun semakin mudah.  Selamat mencoba! 😀

References: wikipedia.com, slide dari pak apiq, google, etc.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: